Inovasi Hasil Penelitian BIOREKAT bagi Kehidupan

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIOREkAT merupakan kelompok riset dari bagian Farmasi, Fakultas Kedokteran Untan yang berfokus penelitian tentang biodervitas tropis

i

BIOREkAT merupakan kelompok riset dari bagian Farmasi, Fakultas Kedokteran Untan yang berfokus penelitian tentang biodervitas tropis

KLIKAMPUS – Pontianak, BIOREKAT (Bioactive Resources of Kalimantan for Applied Therapeutics) merupakan kelompok riset dari Bagian Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN), yang berkomitmen mengembangkan obat dan produk kesehatan berbasis bahan alam khas Kalimantan. Fokus utama riset ini adalah pemanfaatan biodiversitas tropis untuk melahirkan inovasi terapeutik yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Bidang riset BIOREKAT mencakup beragam potensi, mulai dari antikolesterol, imunomodulator, antiinflamasi, antibakteri, antiobesitas, hingga produk untuk pencegahan stunting. Salah satu produk unggulan yang tengah dikembangkan adalah olahan buah tengkawang tungkul, yang berpotensi sebagai agen antistunting sekaligus antikolesterol. Tengkawang diketahui kaya akan nutrisi esensial, vitamin, asam lemak, dan senyawa bioaktif yang mampu mendukung pertumbuhan anak, memperbaiki status gizi, serta membantu mengendalikan kadar kolesterol.

Menurut Dr. Inarah Fajriaty, S.Farm., M.Si., Apt., Dosen Farmakologi dan Farmasi Klinis Fakultas Kedokteran UNTAN, produk-produk BIOREKAT selalu bersumber dari kekayaan alam Kalimantan.

Baca Juga: Mendiktisaintek Hadiri Rakernas APTARI UNTAN 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain dari ekstrak buah tengkawang, BIOREKAT juga meneliti bahan alam khas Kalbar lainnya, seperti cincalok. Riset dilakukan mulai dari kajian toksisitas akut dan subkronis, karakterisasi kandungan, hingga uji potensi aktivitasnya, termasuk antistunting, antioksidan, dan imunomodulator,” ungkap Inarah, Kamis 18 September 2025.

Hasil riset bahkan menunjukkan bahwa kombinasi cincalok dan tengkawang mampu memberikan efek sinergis dalam memperbaiki nutrisi pada tikus malnutrisi. Temuan ini membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi suplemen nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, banyak bahan alam lain yang juga dikaji, seperti daun bintangur, buah lerak, kulit biji mete, cangkang telur, cangkang kepiting, pacar air, dan lainnya.

Baca Juga:  Dies Natalis ke-16 FK Untan: Tiga Minggu Penuh Energi, Kolaborasi, dan Semangat Kebersamaan

“Keunggulan produk penelitian BIOREKAT adalah menawarkan alternatif terapi yang ekonomis, praktis, serta terbukti aman dan efektif. Riset dilakukan dengan metode ilmiah lengkap, mulai dari uji in silico, in vitro, hingga in vivo, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga bisa diaplikasikan sebagai jamu maupun suplemen nutrisi.” Jelasnya.

Baca Juga: Klinik Pratama Untan Layani Mahasiswa dengan BPJS Kesehatan

Meski demikian, tantangan masih dihadapi. Dari sisi pengembangan, dibutuhkan waktu panjang untuk melalui tahapan seleksi bahan baku, formulasi, hingga uji pra-klinik dan klinik. Sementara dari sisi komersialisasi, masyarakat masih minim pengetahuan mengenai potensi medis buah tengkawang dan bahan alam Kalimantan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi, promosi, dan pemasaran yang tepat agar produk riset BIOREKAT dapat diterima secara luas dan mampu bersaing di pasar global.

“Dengan riset yang terarah, BIOREKAT tidak hanya berperan menghadirkan solusi kesehatan berbasis kearifan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati Kalimantan.” Pungkasnya. (ian)

Penulis : Ian

Editor : Ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel klikampus.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Baru jalur UTBK-SNBT 2026 Jalani Tes Narkoba di Klinik Pratama Untan
Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3 Melalui Plan Survey Kedokteran Komunitas
Heritage Fun Walk UNTAN 2026 Menelusuri Jejak Sejarah Untan Tempo Dulu
Untan Perkuat Inovasi dan Kolaborasi di Usia 67 Tahun
Klinik Pratama Untan Perkuat Sinergi Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat
Daycare KITA Untan dan BKKBN Kolaborasi Hadirkan Program TAMASYA untuk Pengasuhan Ramah Anak
Untan Gelar Edukasi Statistik Series 4, Bahas ARIMA untuk Analisis Ekonomi
Rektor Untan Lepas 34 Calon Jamaah Haji, Doakan Kelancaran dan Kesehatan Selama Ibadah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 02:32 WIB

Mahasiswa Baru jalur UTBK-SNBT 2026 Jalani Tes Narkoba di Klinik Pratama Untan

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3 Melalui Plan Survey Kedokteran Komunitas

Senin, 25 Mei 2026 - 07:09 WIB

Heritage Fun Walk UNTAN 2026 Menelusuri Jejak Sejarah Untan Tempo Dulu

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:12 WIB

Untan Perkuat Inovasi dan Kolaborasi di Usia 67 Tahun

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:54 WIB

Klinik Pratama Untan Perkuat Sinergi Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat

Berita Terbaru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan cenderamata kepada Tara Singh Bam, Director of Tobacco Control Program dari Vital Strategies Asia-Pacific Office in Singapore

Info Kalbar/Pontianak

Vital Strategies Dukung Pontianak Jadi Percontohan Pengendalian Tembakau

Kamis, 11 Jun 2026 - 09:06 WIB

Tim gabungan tengah menertibkan lapak-lapak PKL di Jalan Asahan.

Info Kalbar/Pontianak

Kembalikan Fungsi Jalan Asahan untuk Lalu Lintas Kendaraan

Kamis, 11 Jun 2026 - 03:13 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membesuk warga diduga mengalami keracunan makanan yang dirawat di RSUD Pontianak Utara

Info Kalbar/Pontianak

Wako Edi Jenguk 56 Warga Diduga Alami Gejala Keracunan Makanan

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:09 WIB

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Bimtek Penyusunan SOP melalui Aplikasi

Info Kalbar/Pontianak

SOP Pelindung Aparatur dari Jeratan Hukum

Senin, 8 Jun 2026 - 05:14 WIB