KLIKAMPUS – Pontianak, Upaya memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan pemerintahan terus digencarkan Pemerintah Kota Pontianak. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Teknologi (PPIIBT) menghadirkan program Pontianak Innovator Academy (PIA) 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Klinik Inovasi Kota (KLIK) Pontianak ini diikuti lebih dari 300 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran strategis untuk membentuk inovator muda yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan pelayanan publik.
Mengusung tema “Scale Up Innovation: Dari Aksi Perubahan menjadi Inovasi Berkelanjutan”, PIA 2026 menekankan pentingnya inovasi yang tidak hanya berhenti pada proyek jangka pendek, tetapi mampu berkembang menjadi sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian workshop, para peserta dibekali berbagai pendekatan strategis, mulai dari penguatan pola pikir inovatif (innovation mindset), penerapan metode design thinking, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam merumuskan serta menganalisis ide dan strategi implementasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan inovatif yang lebih cepat, efektif, relevan, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain sebagai ruang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaboratif bagi peserta untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta menguji konsep inovasi yang berpotensi diterapkan dalam sistem pemerintahan.
Dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis praktik, PIA 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi ASN yang tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan perubahan.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memperkuat inovasi KLIK Pontianak yang sebelumnya telah diakui sebagai salah satu praktik baik inovasi global dalam Report of Global Trends in Government Innovation oleh OECD.
Manager Inkubator Bisnis dan Teknologi Untan, Fahrurrazi, S.E., mengatakan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong inovasi daerah.
“Perguruan tinggi memiliki sumber daya pengetahuan dan riset, sementara pemerintah memiliki ruang implementasi. Kolaborasi ini menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar bisa diterapkan dan dirasakan manfaatnya,” jelasnya, Jumat (17/4/26).
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti AI menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses inovasi di era digital saat ini.
”Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Pontianak dan Universitas Tanjungpura menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan, khususnya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.” Pungkasnya.
Editor : ian












