KLIKAMPUS – Pontianak, Keberadaan hutan di kawasan Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura (Untan) menjadi aset penting bagi Kota Pontianak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan luasan mencapai sekitar 3,48 hektar, kawasan ini berperan sebagai paru-paru hijau perkotaan yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan kesehatan bagi warga, Terdapat kurang lebih 1000 spesies Flora yang hidup dsisini.
Di tengah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan, hutan Arboretum Sylva Untan memiliki fungsi strategis sebagai mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pepohonan yang tumbuh di kawasan ini mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis, sehingga membantu menekan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Selain itu, keberadaan vegetasi yang rapat juga efektif dalam mengurangi efek pulau panas perkotaan (urban heat island). Melalui naungan alami dan proses evapotranspirasi, hutan kota dapat menurunkan suhu udara secara signifikan, bahkan hingga 8 derajat Celsius, menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman di tengah kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi adaptasi perubahan iklim, hutan Arboretum Sylva Untan berperan penting dalam mengelola air hujan. Vegetasi hutan mampu menyerap air, mengurangi limpasan permukaan, serta mencegah erosi tanah yang berpotensi memicu genangan dan banjir. Fungsi ini menjadikan kawasan hutan kota sebagai penyangga alami stabilitas tanah dan air di wilayah perkotaan.
Tak hanya itu, hutan kota juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas udara dengan menyaring polutan serta menghasilkan oksigen yang dibutuhkan masyarakat. Keberadaan ruang hijau ini turut mendukung keanekaragaman hayati, menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan satwa kecil yang memperkaya ekosistem perkotaan.
Salah seorang warga Kota Pontianak, Imam mengatakan bahwa hutan kota di area Arboretum Sylva Untan sangat bermanfaat, terutama bagi kesehatan.
“Kawasan ini memberikan suasana sejuk dan indah, sangat membantu warga untuk melepas penat sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.
Hal senada disampaikan Dina Rosita, warga Pontianak lainnya, yang berharap kawasan hutan kota tersebut dapat terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, area Sylva Arboretum Untan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, seperti jogging, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang positif.
”Saya sering joging dikawasan ini untuk sekedar menghirup udara bersih serta melihat hutan – hutan yang berada di kawasan hutan Arboretum Sylva Untan. Semoga kedepan, kawasan hutan ini dapat terus terpelihara dan jadi tempat wisata bagi masyarakat kota pontianak.” pungkasnya.
Dengan segala manfaat yang dimilikinya, hutan Arboretum Sylva Untan tidak hanya menjadi kebanggaan akademik, tetapi juga penyangga ekologi Kota Pontianak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar kawasan ini terus terjaga dan dapat diwariskan sebagai ruang hijau yang vital bagi generasi mendatang.
Editor : ian













