49 Naga Bersinar Meliuk di antara Lautan Manusia Jalan Gajah Mada

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memotong jenggot naga

i

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memotong jenggot naga

KLIKAMPUS – Pontianak, Iring-iringan Naga Bersinar lampu warna-warni meliuk di antara lautan manusia sepanjang Jalan Gajah Mada Pontianak, Selasa (3/3/2026) malam. Masing-masing kelompok menampilkan naga dengan panjang yang bervariasi dihiasi lampu penuh warna. Sebanyak 49 kelompok naga berparade memeriahkan Cap Go Meh 2577 di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi pelaksanaan event budaya yang banyak menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Hal itu dibuktikan dengan padatnya Jalan Gajah Mada yang menjadi rute parade Naga Bersinar oleh lautan manusia untuk menyaksikan secara langsung.

“Kita lihat sendiri setiap digelarnya Parade Naga Bersinar pada perayaan Cap Go Meh, sudah dipastikan jalan ini penuh oleh warga yang menyaksikannya, tidak hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi masyarakat dari berbagai etnis semua berkumpul di sini,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi demikian menunjukkan bahwa budaya mampu mempersatukan berbagai kalangan masyarakat. Edi bilang, perayaan Cap Go Meh bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman di Pontianak tumbuh dalam ruang toleransi yang nyata. Terlebih, perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bersamaan dengan bulan suci Ramadan.

“Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya,” ungkapnya.

Edi menilai,perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi magnet budaya yang memperlihatkan wajah keberagaman Kota Pontianak di ruang publik. Penyelenggaraan Cap Go Meh menjadi bukti bahwa Pontianak mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman etnis dan budaya. Ia menekankan bahwa seluruh rangkaian atraksi dan kegiatan telah disesuaikan dengan kondisi saling menghormati.

“Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa. Ia melihat arak-arakan naga yang digelar dalam beberapa tahun terakhir semakin meriah dan mendapat sambutan hangat dari warga.

“Terlihat hampir lima puluh naga berpartisipasi pada malam ini. Ini potensi besar yang harus terus kita kembangkan sebagai event wisata unggulan Kota Pontianak,” sebutnya.

Satarudin bilang, apabila dikemas secara lebih baik dan profesional, perayaan Cap Go Meh dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator kuat bahwa event budaya ini memiliki daya tarik yang tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara.

Baca Juga:  Kebakaran Hutan Bukan Cuma Soal Asap, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Ia menambahkan, kehadiran wisatawan dari luar Kota Pontianak turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Perputaran ekonomi meningkat, mulai dari sektor kuliner, perhotelan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan momentum perayaan.

“Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, tentu berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang harus kita kelola dengan baik,” imbuhnya.

Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendri Pangestu Lim menerangkan, Parade Naga Bersinar tahun ini menampilkan 49 kelompok naga.

“Naga terpanjang mencapai 118 meter, sedangkan yang terpendek sekitar 20 meter. Semua merupakan hasil kreasi masyarakat,” terangnya.

Ia menyebutkan, puluhan naga yang tampil berasal dari berbagai kelenteng dan perkumpulan yang tersebar di Kota Pontianak.

“Masing-masing kelompok menampilkan ciri khas tersendiri, mulai dari kombinasi warna lampu, gerakan atraktif para pemain hingga iringan musik tabuh yang menambah semarak suasana malam,” jelasnya.

Menurut Hendri, Parade Naga Bersinar bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya Tionghoa yang telah berakar dan tumbuh bersama masyarakat Pontianak sejak lama. Persiapan kegiatan ini telah dilakukan jauh hari, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan kelancaran acara.

“Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat luar biasa, ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan perayaan yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku sengaja datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan atraksi naga bercahaya. Rina (34), warga Pontianak Selatan, mengatakan dirinya rutin menonton Parade Naga Bersinar setiap tahun bersama keluarga.

“Setiap tahun selalu ramai dan meriah. Anak-anak senang melihat naga yang menyala-nyala. Walaupun bertepatan dengan Ramadan, suasananya tetap tertib dan saling menghormati,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ardi (27), warga Sungai Raya Dalam, yang menilai perayaan Cap Go Meh di Pontianak memiliki daya tarik tersendiri dibanding daerah lain. Menurutnya, keberagaman masyarakat yang menyatu dalam satu perayaan menjadi kekuatan utama Kota Khatulistiwa.

“Kita semua berkumpul di sini untuk menyaksikan parade naga bersinar,” tutupnya.

Editor : ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel klikampus.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
Pontianak Evaluasi Pembangunan dan Susun Prioritas RKPD 2027
Wali Kota Dukung Anggelia Meryciana Wakili Kalbar di Ajang Puteri Indonesia
Lanjutkan Pembangunan Waterfront Segmen Gang Kamboja-H Mursyid
Lepas 26 ASN Purna Tugas, 335 PNS Terima SK
Amirullah Tekankan ASN Pahami Tupoksi dan Indikator Kinerja
Antisipasi Karhutla, Pemkot Bentuk Tim dan Posko Siaga
Asap Kiriman Selimuti Pontianak, Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 07:47 WIB

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

Kamis, 2 April 2026 - 05:35 WIB

Pontianak Evaluasi Pembangunan dan Susun Prioritas RKPD 2027

Rabu, 1 April 2026 - 07:25 WIB

Wali Kota Dukung Anggelia Meryciana Wakili Kalbar di Ajang Puteri Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 07:20 WIB

Lanjutkan Pembangunan Waterfront Segmen Gang Kamboja-H Mursyid

Rabu, 1 April 2026 - 07:16 WIB

Lepas 26 ASN Purna Tugas, 335 PNS Terima SK

Berita Terbaru

Suasana pemeriksaan tes narkoba bagi mahasiswa baru untan

Info Kalbar/Pontianak

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

Kamis, 2 Apr 2026 - 07:47 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson saat diwawancarai.

Info Kalbar/Pontianak

Pontianak Evaluasi Pembangunan dan Susun Prioritas RKPD 2027

Kamis, 2 Apr 2026 - 05:35 WIB

Anggelia Meryciana mewakili Kalbar pada ajang pemilihan Putri Indonesia 2026 saat beraudiensi dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

Info Kalbar/Pontianak

Wali Kota Dukung Anggelia Meryciana Wakili Kalbar di Ajang Puteri Indonesia

Rabu, 1 Apr 2026 - 07:25 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyusuri waterfront di tepian Sungai Kapuas. Pembangunan waterfron akan berlanjut dari Gang Kamboja hingga H Mursyid.

Info Kalbar/Pontianak

Lanjutkan Pembangunan Waterfront Segmen Gang Kamboja-H Mursyid

Rabu, 1 Apr 2026 - 07:20 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis SK PNS kepada perwakilan dari CPNS.

Info Kalbar/Pontianak

Lepas 26 ASN Purna Tugas, 335 PNS Terima SK

Rabu, 1 Apr 2026 - 07:16 WIB