KLIKAMPUS – Pontianak, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bersama Konsulat Malaysia di Pontianak dan Disporapar Kalbar kembali mempererat hubungan bilateral antara dua negara serumpun melalui kegiatan Mini Karnival Malaysia dan Seminar Industri Kecil dan Menengah (IKM) 2025, yang digelar di Halaman UPA Perpustakaan Untan Pontianak, Rabu 12 November 2025.
Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Konsulat Malaysia di Pontianak atas inisiatif dan kerja sama yang terus terjalin dengan baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama Universitas Tanjungpura, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Konsulat Malaysia di Pontianak atas inisiatif dan kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat hubungan baik antara dua negara serumpun—Malaysia dan Indonesia—khususnya antara Sarawak dan Kalimantan Barat,” ujar Prof. Garuda.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pertemuan antar pelaku usaha dan akademisi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat jejaring sosial, ekonomi, dan kebudayaan di kawasan perbatasan. Melalui kegiatan seperti ini, lanjutnya, potensi kerja sama dapat diperluas di bidang penelitian, pengembangan produk lokal, serta inovasi industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Rektor Untan juga menyoroti hubungan baik antara Universitas Tanjungpura dan Konsulat Malaysia di Pontianak yang telah terjalin selama ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Kerja sama ini bukan sekadar bentuk hubungan antar lembaga, tetapi juga wujud nyata dari komitmen membangun kawasan perbatasan yang inklusif, produktif, dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Barat, Untan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi wilayah perbatasan melalui riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi.
“Kami percaya, perbatasan bukanlah pemisah, melainkan jembatan—jembatan untuk bertukar pengetahuan, memperkuat ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa persaudaraan antara dua bangsa serumpun,” tutur Prof. Garuda.
Ia berharap kegiatan Mini Karnival Malaysia dan Seminar IKM 2025 dapat menjadi wadah produktif untuk menemukan peluang baru kerja sama ekonomi lintas batas, mendorong hilirisasi produk lokal menjadi komoditas bernilai tinggi, serta memperkuat jalinan kebudayaan dan persaudaraan antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak.
Baca Juga: Dikha ‘Aura Farming’ Tampil Semarakkan Pontianak Dragon Boat Race 2025
Sementara itu, Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri bin Abd Rahim, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Tanjungpura yang telah dua kali melaksanakan kegiatan serupa bersama Konsulat Malaysia.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Universitas Tanjungpura dan juga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, khususnya kepada Ibu Windy Prihastari, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat memperkenalkan budaya dan potensi Malaysia lebih dekat kepada masyarakat Kalimantan Barat,” ungkap Azizul.
Dalam Mini Karnival Malaysia 2025 kali ini, suasana keakraban dan persaudaraan terasa kental dengan hadirnya aneka kuliner khas Malaysia seperti teh tarik dan nasi kandar serta pembukaan acara dengan membuat teh tarik yang dilakukan oleh Konsul Malaysia, rektor Untan dan Kadisporapar Kalbar.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus mempererat hubungan antara Malaysia dan Indonesia, terutama di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak, melalui sinergi pendidikan, ekonomi kreatif, serta pertukaran budaya yang berkelanjutan.
Penulis : Ian













