KLIKAMPUS – Pontianak, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat menyelenggarakan Capacity Building Media Massa dan Kehumasan Tahun 2025 dengan melibatkan 20 jurnalis dari berbagai media di Kalbar. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Produktivitas Jurnalis yang Kredibel dan Berintegritas”, sekaligus menjadi wadah penguatan kapasitas insan pers menghadapi era digital.
Acara tidak hanya berfokus pada pelatihan pemanfaatan teknologi AI dalam karya jurnalistik, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan. Para jurnalis diajak mengunjungi Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa wisata ini meraih predikat Desa Wisata Terbaik ADWI 2024.
Menurut Malinda Merry J., Analis Yunior BI Kalbar mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca Juga: Mendiktisaintek Hadiri Rakernas APTARI UNTAN 2025
“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas insan media dalam menghadapi era digital yang semakin sarat penggunaan AI,” kata Malinda, 17 September 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Les, para jurnalis melihat langsung potensi lokal yang dikembangkan masyarakat, mulai dari wisata alam, budaya, hingga produksi garam palungan tradisional yang telah mendunia. Garam palungan diproduksi dengan memanfaatkan air laut, teriknya matahari, serta teknik pengolahan tradisional menggunakan batang kelapa. Proses ini menghasilkan garam dengan tekstur besar dan cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain.
Sri Anggraini, salah seorang warga, menuturkan bahwa kualitas garam sangat bergantung pada cuaca.
Baca Juga: Tengkawang, Emas Hijau Kalbar untuk ekonomi berkelanjutan
“Kalau cuaca cerah, hasilnya bagus dan bisa cepat panen. Tapi kalau mendung atau hujan, kami tidak bisa produksi sama sekali,” ungkapnya.
Dalam seminggu, petani garam hanya bisa panen dua kali, sementara saat musim hujan produksi berhenti total. Keunikan garam palungan Desa Les tidak hanya pada rasanya, tetapi juga pada prosesnya yang sepenuhnya mengandalkan keterampilan manusia tanpa mesin modern. Kini, melalui dukungan BUMDes, garam palungan semakin dikenal sebagai produk unggulan yang memperkuat identitas Desa Les di mata dunia.
Kegiatan capacity building ini tidak hanya membekali jurnalis dengan pemahaman teknologi AI dalam kerja jurnalistik, tetapi juga memberikan perspektif tentang bagaimana masyarakat desa mampu menjaga tradisi sekaligus berinovasi untuk keberlanjutan ekonomi lokal. (Ian)
Penulis : Ian
Editor : Ian













