KLIKAMPUS – Pontianak, Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Barat menggelar aksi demonstrasi di halaman Mapolda Kalbar pada Jumat, 3 Oktober 2025. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Wasekum PTKP Badko HMI Kalbar, Andre Sarkasi, dengan menyuarakan sejumlah tuntutan yang mereka sebut sebagai petitum untuk mewakili suara rakyat Kalbar.
Dalam orasinya, Andre menegaskan bahwa aksi ini bukan semata-mata untuk berteriak, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan dan hak rakyat Kalbar.
Baca Juga: Rektor Untan Panen Perdana Buah Melon Premium
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini, kami berdiri di sini bukan demi kebencian, tetapi karena cinta pada tanah ini. Kami datang dengan tuntutan demi keadilan, demi hak rakyat Kalbar untuk mendapatkan bagian yang layak dari apa yang telah mereka sumbangkan,” ujarnya lantang di hadapan massa.
Adapun 12 tuntutan yang disampaikan HMI Kalbar dalam aksi tersebut antara lain:
- Meminta aparat penegak hukum (KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian) untuk menyatakan secara resmi status hukum Gubernur Kalbar, apakah saksi, terperiksa, atau tersangka, guna memberikan kepastian hukum.
- Menuntut transparansi kronologi penyidikan, termasuk dasar hukum penggeledahan dan barang bukti yang disita.
- Mendesak adanya kejelasan pembagian kewenangan antar lembaga penegak hukum (KPK, Kejaksaan, Polda Kalbar) agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kriminalisasi politis.
- Menuntut perlindungan hak asasi bagi pihak yang diperiksa, termasuk hak penasihat hukum dan jaminan bebas stigma sebelum penetapan status hukum.
- Mendesak dibukanya mekanisme pengawasan publik terhadap proses hukum melalui DPRD, lembaga pengawas independen, maupun saluran aduan masyarakat.
- Menuntut Kapolri dan Kapolda Kalbar menindak tegas aparat yang bersikap represif terhadap massa aksi mahasiswa, serta memberikan pemulihan bagi korban.
- Mendesak Kapolri membentuk tim investigasi independen terkait dugaan tindakan represif aparat dalam aksi sebelumnya di Kalbar.
- Menuntut Kapolda Kalbar memproses aparat yang terbukti represif, serta menyampaikan hasil investigasi secara transparan.
- Meminta sanksi tegas terhadap aparat yang melanggar hukum dan prosedur pengendalian massa.
- Menuntut jaminan perlindungan serta pemulihan bagi korban represif, baik medis, hukum, maupun rehabilitasi sosial.
- Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengendalian massa, dengan memperkuat pendekatan berbasis HAM.
- Menuntut jaminan agar tindakan represif tidak terulang dengan memperketat mekanisme pengawasan internal maupun peran pengawas eksternal.
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian itu berjalan tertib meski penuh dengan orasi keras dari mahasiswa. Andre menutup aksi dengan penegasan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi rakyat Kalbar benar-benar didengar.***
Editor : Ian













