Semangat Abdul Hamid Bertani di Tengah Keterbatasan Lahan

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kelompok Tani Flora Sumber Lestari, Abdul Hamid menunjukkan hasil panen jagungnya

i

Ketua Kelompok Tani Flora Sumber Lestari, Abdul Hamid menunjukkan hasil panen jagungnya

KLIKAMPUS – Pontianak, Ketua Kelompok Tani Flora Sumber Lestari, Abdul Hamid (61), mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kepada para petani di kawasan Jalan Flora, Kecamatan Pontianak Utara. Dukungan tersebut dinilai membantu petani tetap bertahan di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian di wilayah perkotaan.

“Kalau untuk bantuan, pemerintah selalu siap membantu bibit, pupuk, dan segala macamnya. Tadi kami juga dapat bantuan lagi,” ujarnya usai mengikuti kegiatan Panen Jagung Bersama di Balai Benih Induk Hortikultura Jalan Flora, Senin (25/5/2026).

Menurut Hamid, sapaan akrabnya, bantuan pemerintah sangat membantu menjaga semangat para petani agar tetap produktif. Meski luas lahan pertanian terus menyusut akibat pembangunan perumahan, dirinya bersama kelompok tani di kawasan Flora tetap berupaya mempertahankan aktivitas pertanian agar tidak hilang dari kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang telah menekuni pertanian sejak era Wali Kota Pontianak Buchary Abdurrachman itu mengaku sudah puluhan tahun bertani jagung di kawasan Jalan Flora. Baginya, bertani bagian dari perjalanan hidup yang telah menghidupi keluarganya selama ini.

“Dari hasil bertani, alhamdulillah saya sudah bisa punya rumah dan mencukupi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Ia mengatakan, tantangan terbesar petani saat ini adalah semakin sempitnya lahan produktif akibat alih fungsi menjadi kawasan perumahan. Saat ini, sebagian kelompok tani di kawasan Flora hanya mengandalkan lahan milik pemerintah untuk tetap bercocok tanam.

Meski demikian, Hamid memilih tetap bertahan sebagai petani. Bahkan di usianya yang tidak lagi muda, ia masih aktif mengelola lahan jagung.

“Tolonglah kita tetap semangat. Jangan sampai putus asa hanya karena alasan lahan tidak ada, lalu kelompoknya bubar. Kalau begitu, hilanglah pertanian di sini dan nama Jalan Flora sebagai kawasan pertanian juga akan hilang,” pesannya kepada para petani.

Semangat para petani tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkot Pontianak melalui kegiatan Panen Jagung Bersama yang digelar di Balai Benih Induk Hortikultura Jalan Flora. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat yang harus didukung bersama hingga tingkat daerah dan masyarakat.

Baca Juga:  Wako Ajak Lembaga Keagamaan Perkuat Toleransi

“Belakangan ini kita melihat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, bawang, dan sayur-mayur. Hal ini menjadi fokus dan konsentrasi Pemerintah Kota Pontianak, bagaimana kita mencari solusi agar inflasi tetap terkendali,” ujarnya usai panen jagung dan menyerahkan simbolis bantuan berupa lima unit alat perontok padi atau power thresher kepada kelompok.

Ia mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan produktif menjadi upaya konkrit pihaknya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Pemkot Pontianak juga terus mendorong gerakan pekarangan pangan produktif agar masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri dari lingkungan rumah masing-masing,” imbuhnya.

Selain itu, Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Kota Pontianak juga terus diperkuat sebagai sentra produksi bibit buah unggulan daerah. Keberadaan BBI diharapkan mampu menyediakan bibit tanaman berkualitas sekaligus mendukung pengembangan hortikultura di tengah kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, menjelaskan panen jagung kali ini dilakukan di lahan seluas sekitar setengah hektare dengan estimasi hasil mencapai 1,5 ton.

“Sebagian hasil panen nanti akan ditanam kembali, sebagian didistribusikan ke kecamatan-kecamatan yang masih memiliki lahan, dan sisanya sudah ada pasar yang menyerap,” katanya.

Menurut Irwan, Pemkot Pontianak terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah untuk mendukung produksi pangan, khususnya jagung. Selain itu, lahan baku sawah di Kota Pontianak yang masih tersisa sekitar 183 hektare juga terus dijaga produktivitasnya bersama kelompok tani.

Selain jagung dan padi, pihaknya kini juga mulai mengembangkan tanaman kedelai melalui metode penanaman langsung di lahan dan menggunakan polybag agar dapat diterapkan masyarakat di pekarangan rumah.

“Kalau metode polybag ini berhasil, masyarakat tidak perlu punya lahan luas. Cukup ditanam di pekarangan rumah agar tetap produktif,” ungkapnya.

Balai Benih Induk Hortikultura Kota Pontianak juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura unggulan seperti durian montong, cempedak king, dan alpukat Singkawang yang dinilai adaptif terhadap kondisi wilayah Pontianak.

“Bibit-bibit tersebut dipersiapkan agar memiliki sertifikasi dan kualitas yang baik sebelum dipasarkan kepada masyarakat,” tutup Irwan.

Editor : ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel klikampus.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usaha Laundry di Pontianak Dilarang Gunakan LPG 3kg Bersubsidi
Kolaborasi Akbar Bank Kalbar Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah
Pameran Flora Fauna Gerakkan Ekonomi Lokal
Wako Edi Sampaikan Beban Fiskal ke Banggar DPR RI
Hari Pertama Sekolah, Para Ayah di Pontianak Hadir Dampingi Anak Mereka
Bayar PBB-P2 di CFD Makin Mudah, Bapenda Gandeng SIKAP
Pemusatan Latihan Kafilah MTQ Dikelola Serius dan Terukur
Zulfan dan Nurhaliza Terpilih sebagai Duta Lanceng dan Praben Kota Pontianak 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:53 WIB

Usaha Laundry di Pontianak Dilarang Gunakan LPG 3kg Bersubsidi

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:55 WIB

Kolaborasi Akbar Bank Kalbar Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:50 WIB

Pameran Flora Fauna Gerakkan Ekonomi Lokal

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:46 WIB

Wako Edi Sampaikan Beban Fiskal ke Banggar DPR RI

Senin, 13 Juli 2026 - 03:15 WIB

Hari Pertama Sekolah, Para Ayah di Pontianak Hadir Dampingi Anak Mereka

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 tentang larangan pengunaan LPG Tabung 3kg Bersubsidi.

Info Kalbar/Pontianak

Usaha Laundry di Pontianak Dilarang Gunakan LPG 3kg Bersubsidi

Kamis, 16 Jul 2026 - 11:53 WIB

foto bersama kepala bank kalbar bersama dengan gubernur kalbar

Info Kalbar/Pontianak

Kolaborasi Akbar Bank Kalbar Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Jul 2026 - 03:55 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mencicipi durian di Pameran Flora dan Fauna.

Info Kalbar/Pontianak

Pameran Flora Fauna Gerakkan Ekonomi Lokal

Kamis, 16 Jul 2026 - 03:50 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pendapatnya pada Rapat Koordinasi Pembahasan Kebijakan Penerimaan dan Pengalokasian Dana Transfer ke daerah dalam APBN.

Info Kalbar/Pontianak

Wako Edi Sampaikan Beban Fiskal ke Banggar DPR RI

Kamis, 16 Jul 2026 - 03:46 WIB