Pontianak Deklarasikan Setop BAB Sembarangan

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membacakan deklarasi Open Defecation Free atau setop buang air besar sembarangan.

i

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membacakan deklarasi Open Defecation Free atau setop buang air besar sembarangan.

KLIKAMPUS – Pontianak, Kota Pontianak menjadi satu di antara dua daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) setelah Kabupaten Sekadau yang telah mendeklarasikan sebagai kabupaten/kota terbebas dari buang air besar sembarangan, atau lebih dikenal dengan Open Defecation Free (ODF). Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mendukung Program ODF atau setop buang air besar sembarangan, ditandai dengan pembacaan deklarasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa 25 November 2025.

Dalam deklarasi yang dibacakan, isinya antara lain masyarakat Kota Pontianak menyampaikan komitmen bersama bahwa seratus persen warga telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) atau ODF. Pemkot Pontianak juga menyatakan kesiapan untuk mempertahankan status tersebut, membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Komitmen itu turut ditegaskan sebagai upaya bersama mewujudkan Kota Pontianak yang sehat dan sejahtera, terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Baca Juga: Untan Raih Predikat Unggul pada SIMKATMAWA 2025, Komitmen Penguatan Layanan Kemahasiswaan Terus Ditingkatkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edi menyampaikan apresiasinya dengan capaian tersebut. Menurutnya, status ODF bukan hanya simbol, melainkan bentuk komitmen serius Pemkot Pontianak dalam menjaga kualitas kesehatan lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.

“Deklarasi Kesehatan Kota Pontianak dengan garansi Open Defecation Free (ODF) sebagai bentuk komitmen serius Pemkot Pontianak untuk menjaga kota yang sehat dan bersih,” ujarnya.

Edi menyebutkan, kondisi geografis Pontianak yang sebagian wilayahnya berada di sepanjang bantaran sungai menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sanitasi. Masih terdapat sejumlah fasilitas sanitasi yang memerlukan peningkatan, sehingga Pemkot terus menjalankan berbagai program untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

“Selain program bedah rumah, kita juga memprogramkan bedah WC. Yang paling penting adalah bagaimana instalasi pengolahan air limbah bisa berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga mengembangkan program sanitasi komunal serta memperluas fasilitas air bersih. Saat ini cakupan layanan air bersih di Kota Pontianak telah mencapai 91,4 persen. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap target nasional MDGs 100-100, yaitu 100 persen sambungan air bersih dan 100 persen penanganan sampah.

Baca Juga:  Pemkot Lepas 12 Siswa Sekolah Rakyat

Baca Juga: KONI Kota Tetap Konsisten Dukung Pembinaan Atlet dan Cabor, Musorkot 2025 Siap Dilaksanakan Sesuai Jadwal

Dalam kesempatan tersebut, Edi turut menyoroti beberapa penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk, seperti diare, penyakit kulit, dan cacingan. Ia meminta jajaran Dinas Kesehatan hingga unit layanan terdekat seperti puskesmas dan posyandu untuk lebih aktif mengidentifikasi kondisi tempat tinggal warga yang datang berobat.

“Biasanya penyebabnya bukan hanya pencemaran akibat tinja yang dibuang sembarangan, tetapi juga kebiasaan perilaku tidak bersih, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya literasi masyarakat mengenai PHBS, terutama CTPS. Edi berharap deklarasi ODF tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, tetapi menjadi awal dari peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Mari kita bersama-sama terus mengantisipasi dan menjaga Kota Pontianak agar tetap bersih dan sehat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Mudah-mudahan deklarasi ODF ini membawa semangat bagi kita semua untuk terus menjaganya,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Alfian Salam, mengatakan, deklarasi ODF yang dilakukan Kota Pontianak bukanlah garis akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tantangan untuk mempertahankan status ODF masih membutuhkan kerja sama dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Deklarasi yang kita lakukan hari ini, sebagaimana disampaikan Bapak Wali Kota, bukanlah akhir dari perjuangan. Masih banyak tantangan yang memerlukan komitmen bersama untuk mempertahankan status ODF yang telah kita capai,” ungkapnya.

Alfian menyampaikan harapan Pemerintah Provinsi Kalbar agar semua pemerintah daerah, mulai dari kabupaten/kota hingga kecamatan, desa, dan kelurahan, bersama lembaga mitra dan masyarakat, terus berperan aktif dalam mempercepat penerapan pilar-pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Menurutnya, peningkatan perilaku hidup bersih di tingkat masyarakat akan sangat berpengaruh pada keberhasilan program besar lainnya.

“Dengan upaya ini, kita berharap pencegahan dan penanganan stunting serta penyakit berbasis lingkungan seperti diare, demam berdarah, dan penyakit lainnya dapat ditangani dengan lebih baik,” pungkasnya. (*prokopim/kominfo*)

Editor : Ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel klikampus.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wako Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital
PKK Pontianak Bagikan Takjil di RSUD SSMA
Mudik Gratis, 33 Bus Siap Layani 12 Rute dari Pontianak
Eksibisi ORADO, Edi Nilai Domino Asah Strategi dan Sportivitas
Daya Saing Pontianak Unggul di Kalbar
Pontianak Utara Fokus Pembangunan Infrastruktur
Usulkan Rusun Baru di Nipah Kuning Dalam dan Gang Semut Pemkot Dukung Program 3 Juta Rumah
Safari Ramadan, Wali Kota Soroti Tantangan Digitalisasi bagi Generasi Muda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 00:59 WIB

Wako Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

Senin, 2 Maret 2026 - 00:55 WIB

PKK Pontianak Bagikan Takjil di RSUD SSMA

Senin, 2 Maret 2026 - 00:52 WIB

Mudik Gratis, 33 Bus Siap Layani 12 Rute dari Pontianak

Senin, 2 Maret 2026 - 00:48 WIB

Eksibisi ORADO, Edi Nilai Domino Asah Strategi dan Sportivitas

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:19 WIB

Daya Saing Pontianak Unggul di Kalbar

Berita Terbaru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi pembicara pada Diskusi Publik Anak Muda dan Pengusaha Kota Pontianak

Info Kalbar/Pontianak

Wako Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

Senin, 2 Mar 2026 - 00:59 WIB

Ketua TP-PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie membagikan takjil kepada keluarga pasien di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.

Info Kalbar/Pontianak

PKK Pontianak Bagikan Takjil di RSUD SSMA

Senin, 2 Mar 2026 - 00:55 WIB

Sebanyak 12 rute dari Pontianak siap melayani warga yang mendaftar Mudik Gratis 2026 yang disediakan Pemprov Kalbar.

Info Kalbar/Pontianak

Mudik Gratis, 33 Bus Siap Layani 12 Rute dari Pontianak

Senin, 2 Mar 2026 - 00:52 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyaksikan para peserta tengah berlaga di Eksibisi ORADO.

Info Kalbar/Pontianak

Eksibisi ORADO, Edi Nilai Domino Asah Strategi dan Sportivitas

Senin, 2 Mar 2026 - 00:48 WIB