KLIKAMPUS – Pontianak, Ratusan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah yang dirangkaikan dengan Silaturahmi dan Konsolidasi KAHMI se-Kalbar di Hotel Novotel Pontianak.
Acara diawali dengan pembacaan shalawat, kitab Al-Barzanji, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menciptakan suasana penuh khidmat. Tampak hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kalbar, bersama sejumlah tokoh penting seperti Wali Kota Pontianak, Wakil Bupati Bengkayang, serta para pengurus dan alumni KAHMI serta HMI dari seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Ketua Umum MW KAHMI Kalbar, Harisson menegaskan bahwa KAHMI merupakan kelanjutan dari proses kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam.
“KAHMI ini tidak terlepas dari perjalanan kita di HMI. Dulu kita pernah sama-sama berjuang, susah, riang, dan gembira di HMI. Kini, KAHMI menjadi wadah untuk melanjutkan semangat itu, KAHMI memiliki peran strategis dalam melahirkan kader bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas tinggi. KAHMI dan HMI adalah organisasi kader umat dan bangsa. Nilai-nilainya berakar pada keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas,” kata Harisson.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Saksikan Final Kejurnas Bola Tangan Di Pontianak
Harisson juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan soliditas antaralumni, terutama dalam memperkuat nilai-nilai keislaman.
“Pertemuan hari ini adalah bentuk upaya kita menjaga silaturahmi dan memperkokoh nilai-nilai Islam, apalagi bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, perbedaan pandangan di antara kader adalah hal yang wajar dan bahkan bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik, Setiap kader memiliki latar belakang intelektual berbeda. Maka wajar jika pandangannya beragam. Tapi perbedaan itu adalah rahmat yang tidak boleh memecah belah kita,” tegasnya.
Sebagai organisasi intelektual, lanjutnya, KAHMI dituntut untuk berpijak pada data, riset, dan pemikiran ilmiah.
“Kader KAHMI harus tampil dengan gagasan cerdas dan solusi nyata berbasis data, bukan opini tanpa dasar,” pesannya.
Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S., selaku Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Kalbar sekaligus Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar periode 2023–2028 menambahkan, Dengan tema “Menjawab Dehumanisasi Indonesia: Sintesis NDP HMI, Islam Inklusif, dan Teologi Transformatif sebagai Solusi”, Prof. Chairil mengajak kader KAHMI untuk merefleksikan kembali Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan moral bangsa.
Baca Juga: Kejurnas Bola Tangan Indonesia 2025 Resmi Dibuka di Kota Pontianak
“Fenomena dehumanisasi menandakan tergerusnya nilai kemanusiaan dalam berbagai aspek kehidupan. KAHMI harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai Islam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sintesis antara NDP HMI, Islam inklusif, dan teologi transformatif merupakan jalan tengah yang relevan dalam menjawab tantangan zaman.
“Ketiganya menuntun kita untuk tidak hanya berislam secara ritual, tetapi juga sosial dan kultural, KAHMI harus menjadi pelopor gerakan intelektual-spiritual yang memadukan rasionalitas dan moralitas Islam, Islam harus menjadi kekuatan pembebasan — membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Itulah esensi teologi transformatif,” tuturnya.
Baca Juga: Lomba Masak Ikan Asam Pedas di Borneo Hotel Pontianak
Prof. Chairil menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang antaralumni untuk memperkuat peran KAHMI dalam membangun masyarakat Kalbar yang adil, beradab, dan berkemajuan.
“Sinergi antaralumni adalah kunci untuk menghadirkan KAHMI yang inklusif, berdaya, dan relevan bagi kemanusiaan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum penguatan komitmen intelektual dan kebangsaan bagi seluruh kader dan alumni HMI di Kalimantan Barat.” pungkasnya.
Editor : Ian













