Borneo Fair Gairahkan UMKM di Tengah Kelesuan Ekonomi

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 03:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kadisporapar kalbar bersama rombongan melakukan peninjauan stand di borneo fair 2025

i

kadisporapar kalbar bersama rombongan melakukan peninjauan stand di borneo fair 2025

KLIKAMPUS – Pontianak, Ditengah tantangan ekonomi yang masih lesu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat kembali menunjukkan semangat baru melalui penyelenggaraan Borneo Fair 2025, yang resmi dibuka pada Selasa kemarin dan akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan di kawasan GOR Terpadu Pontianak.

Event berskala besar ini melibatkan lebih dari 400 UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, fashion, hingga ekonomi kreatif, yang menampilkan beragam produk unggulan daerah. Kehadiran Borneo Fair menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM untuk kembali bangkit di tengah perlambatan ekonomi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disparpora) Kalbar, Windy Prihastari, mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan saat membuka kegiatan, mengapresiasi langkah pihak swasta, khususnya Firmans Grup, yang telah berinisiatif menyelenggarakan Borneo Fair 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Pelindo Regional 2 Pontianak Dukung Kelancaran Logistik Nasional Lewat Bimtek Pelaporan Perdagangan Antarpulau

“Kita berterima kasih atas inisiatif dari pihak swasta, yakni Firmans Grup, yang menyelenggarakan Borneo Fair. Pemprov Kalbar tidak bisa sendiri melaksanakan event-event besar. Inilah bentuk kolaborasi positif untuk memperkenalkan dan memajukan UMKM,” ujar Windy, Kamis 13 November 2025.

Ia menambahkan, Borneo Fair menampilkan banyak potensi ekonomi kreatif dan kuliner yang menjadi daya tarik masyarakat. Melihat antusiasme peserta dan pengunjung, Windy memastikan bahwa Borneo Fair akan diusulkan menjadi agenda tahunan resmi Pemerintah Provinsi Kalbar, dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota serta negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Baca Juga:  KAHMI Kalbar Solid Untuk Kalbar Yang Lebih Baik Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Kami mengusulkan agar Borneo Fair menjadi event tetap Provinsi Kalbar setiap tahunnya, dengan menggandeng seluruh daerah di Kalimantan Barat,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Firmans Grup, Hendra Firmansyah, mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan Borneo Fair berawal dari keinginannya untuk menghadirkan kembali semangat Pekan Raya Pontianak (PRP) yang pernah populer di masa lalu.

Baca Juga: Mini Karnival Malaysia 2025: Untan dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama Serumpun di Kalimantan Barat

“Saya ingin bernostalgia dengan PRP yang dulu sangat meriah. Namun visi kami kini adalah membangkitkan kembali semangat UMKM agar bisa terangkat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menurun. Semoga Borneo Fair menjadi darah segar bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Dari total 400 tenant yang berpartisipasi, sekitar 70 persen diisi oleh pelaku UMKM dan 30 persen oleh generasi muda yang menampilkan kegiatan seni, hiburan, dan ekonomi kreatif, termasuk konser musik selama sepuluh hari penyelenggaraan.

Hendra menargetkan transaksi di Borneo Fair 2025 mencapai Rp50 miliar, dengan perkiraan jumlah pengunjung rata-rata 20 ribu orang per hari.

“Ke depan, kami berencana memperpanjang durasi Borneo Fair hingga satu bulan dan menghadirkan hingga 1.500 tenant dari berbagai sektor,” ungkapnya optimistis.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, Borneo Fair 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat dan wadah promosi produk-produk unggulan Kalimantan Barat di kancah nasional maupun regional.

Editor : ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel klikampus.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vital Strategies Dukung Pontianak Jadi Percontohan Pengendalian Tembakau
Kembalikan Fungsi Jalan Asahan untuk Lalu Lintas Kendaraan
Wako Edi Jenguk 56 Warga Diduga Alami Gejala Keracunan Makanan
SOP Pelindung Aparatur dari Jeratan Hukum
Pemkot Genjot Program Pembangunan di Tengah Tekanan Ekonomi
Semangat Abdul Hamid Bertani di Tengah Keterbatasan Lahan
Raih WTP ke-15, Wali Kota Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Keuangan
Pentingnya Bela Negara di Era Digital
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:06 WIB

Vital Strategies Dukung Pontianak Jadi Percontohan Pengendalian Tembakau

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:13 WIB

Kembalikan Fungsi Jalan Asahan untuk Lalu Lintas Kendaraan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09 WIB

Wako Edi Jenguk 56 Warga Diduga Alami Gejala Keracunan Makanan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:14 WIB

SOP Pelindung Aparatur dari Jeratan Hukum

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Semangat Abdul Hamid Bertani di Tengah Keterbatasan Lahan

Berita Terbaru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan cenderamata kepada Tara Singh Bam, Director of Tobacco Control Program dari Vital Strategies Asia-Pacific Office in Singapore

Info Kalbar/Pontianak

Vital Strategies Dukung Pontianak Jadi Percontohan Pengendalian Tembakau

Kamis, 11 Jun 2026 - 09:06 WIB

Tim gabungan tengah menertibkan lapak-lapak PKL di Jalan Asahan.

Info Kalbar/Pontianak

Kembalikan Fungsi Jalan Asahan untuk Lalu Lintas Kendaraan

Kamis, 11 Jun 2026 - 03:13 WIB

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membesuk warga diduga mengalami keracunan makanan yang dirawat di RSUD Pontianak Utara

Info Kalbar/Pontianak

Wako Edi Jenguk 56 Warga Diduga Alami Gejala Keracunan Makanan

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:09 WIB

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Bimtek Penyusunan SOP melalui Aplikasi

Info Kalbar/Pontianak

SOP Pelindung Aparatur dari Jeratan Hukum

Senin, 8 Jun 2026 - 05:14 WIB